Ansu Fati Dianggap Lebih Bagus dari Lionel Messi Kala Usia 16 Tahun

Ansu Fati memang cuma main sepanjang 12 menit kala Barcelona unggul 5-2 vs Real Betis, Senin (26/8) dini hari WIB. Tapi, ia segera jadi bahan omongan. Juru tak-tik perdana yang melatihnya di Akademi Herrera, Jose Luis Perez Mena, jua tidak ketinggalan buka suara.

Perez Mena menyanjung tinggi bocah berusia enam belas tahun ini. Ia tidak bimbang mengatakan bintang dari Guinea-Bissau ini sebagai bakat khusus nan langka. Selama kariernya, ia mengakui tidak sempat menyaksikan kemampuan kayak Ansu Fati.

“Saya ini telah berkecimpung di dunia sepakbola sepanjang 50 tahun dan tidak sekalipun menyaksikan seseorang kayak ia, ” urai Perez Mena pada EFE sebagaimana dilansir Football5Star. com dari Diario As. “Dia memiliki kepribadian kuat. Ia tidak takut pada siapa saja. Kamu dapat menyaksikannya di gelanggang. ”

Di antara sekian banyak bintang yang sempat ditanganinya, Perez Mena mengakui Ansu Fati memiliki 1 nilai lebih. Ini ialah ketenangan dan keyakinan diri amat bagus. “Sebelum bermain, aku mengajak ia ngobrol dan ia tidak memperlihatkan ketegangan sedikit juga, ” tutur ia.

Lelaki yang sekarang jadi direktur di Akademi Herrera, Sevilla, ini juga tidak bimbang mengatakan Ansu Fati bakal bisa menapaki jejak Lionel Messi. Dari pengamatannya, kualitas sang pemain muda anyar Barcelona ini lebih bagus dari sang superstar tim nasional Argentina kala berusia enam belas tahun.

“Kami sempat menghadapi Messi, Iniesta, dan Xavi pada Pagelaran Sant Gabriel. Di usia ini dan saat aku saksikan Ansu saat ini, untuk aku Ansu dominan, ” tutur ia.

Sedikit lebih jauh, Perez Mena menyatakan, “Jika ia bisa mempertahankan sikapnya, aku bisa tegaskan ini (menyamai Lionel Messi). Ia merasakan berlaga sepakbola, sebagaimana halnya Messi. Ia tidak sekalipun senang menjadi bintang cadangan. Ia mau berlaga, berlaga, dan berlaga. Dari situ, kami amat optimistis. ”

Enam Belas Tim Thailand Resmi Masuk PES 2020, Begini Penampakannya

enam belas tim Thailand dengan resmi masuk di dalam game sepakbola Pro Evolution Soccer (PES) 2020. Hal tersebut usai Konami menjadi pengembang game ini memperoleh lisensi dari PSSI-nya Thailand (FAT).

Dilansir dari Fox Sports Asia, Konami sengaja menceploskan turnamen Thai League 1 sebab besarnya suporter di sana. Thailand dinilai menjadi salah 1 konsumen paling banyak PES di banyak platform.

Rilisan ke-19 game ini bakal dirilis di segala dunia mulai sepuluh September 2019. Untuk kawasan Asia sendiri baru masuk pada 12 September dan bakal diterbitkan untuk platform MicMicrosoft Windows, PlayStation 4 dan Xbox One.

Buriram United, Chainat Hornbill, Chiangmai FC, FC Chonburi, Nakhon Ratchasima Mazda FC, Port FC, PT Prachuap FC, PTT Rayong, Ratchaburi Mitr Phol, Samut Prakan City, SCG Muangthong United, Singha Chiangrai United, Sukhothai FC, Suphanburi FC, Trat FC dan True Bangkok United merupakan enam belas tim yang bakal tampil dibawah Toyota Thai League di eFootball PES 2020.

Dengan rilis itu, Thailand menjadikan satu-satunya liga Asia Tenggara yang tampil dalam game ini. Jawara Liga Super Malaysia Johor Darul Ta’zim (JDT) juga satu-satunya tim ASEAN lain yang tampil dalam game ini.

Masuknya JDT karena keikutsertaannya di dalam Liga Champions Asia. Di samping itu, Chinese Super League jua akan masuk di PES 2020 dengan seluruh enam belas kesebelasan mencakup Guangzhou Evergrande FC, Shanghai SIPG, Shandong Luneng dan Jiangsu Suning.

Tite Ungkap Rahasia Kesuksesan Redam Messi

Adenor Leonardo Bacchi alias Tite mengatakan Lionel Messi adalah bintang yang pantas menerima perhatian spesial. Dia jua mengatakan rahasia kesuksesan meredam superstar Barcelona ini di laga Brasil melawan Argentina.

Laga Brasil melawan Argentina usai dengan score 2-0 untuk kemenangan tuan rumah Copa America 2019. Ke 2 gol kemenangan sendiri-sendiri dicetak Gabriel Jesus di menit ke-19 dan Roberto Firmino (71′).

Kemenangan vs Argentina jelas tak lepas dari goal pembuka yang dibukukan Gabriel Jesus. Striker Manchester City ini dapat menyarangkan goal usai menerima assist matang dari Roberto Firmino.

Selanjutnya, kejayaan pemain Tite menjinakkan Lionel Messi jua artinya besar di pertandingan ini. Ya, dalam laga ini Messi mendapatkan kesusahan ekstra untuk bisa membongkar barisan defensif Kesebelasan Samba.

“Messi merupakan alien, bintang yang benar-benar fantastis. Bintang sepertinya pantas memperoleh perhatian spesial. Jadi individu, Kamu tak dapat menghentikannya. Supaya dapat meredamnya, kami perlu merubah struktur kesebelasan, ” tutur Tite sebagaimana dilansir Football5star. com dari Globo usai pertandingan Brasil melawan Argentina.

“Alasan inilah yang membikin kami memainkan Roberto Firmino cukup menuju belakang. Agar menutup ruang di sektor sentral kami, hingga ruang geraknya makin terbatas dan kami dapat memaksimalkan kecepatan kami, ” jelasnya.

Hasil di Stadion Governador Magalhaes Pinto ini membikin Brasil memastikan melaju menuju laga pamungkas. Dalam laga pucuk, Kesebelasan Samba tengah butuh menanti kandidat rival antara Cile ataupun Peru.

Alisson Pakai Nomor jersey 1, Karius Tinggal Kenangan

Alisson Becker resmi mengenakan nomor jersey 1 di Liverpool mulai kompetisi musim berikutnya. Kepastian itu diumumkan langsung via unggahan di akun Instagram resmi tim. Secara tak langsung, langkah ini membikin tempat Loris Karius di tim makin mendekati penghujung.

Semenjak tiba dari AS Roma awal kompetisi musim ini, Alisson memakai nomor jersey 13. Nomor 1 yang sebelumnya dia gunakan di Roma, telah lebih dulu menjadi punya Karius. Tapi, penjaga gawang Jerman itu tengah mengarungi waktu peminjaman menuju Besiktas yang diatur baru usai pertengahan 2020.

Karius ditransfer sebagai pemain pinjaman menuju Besiktas akibat penampilan buruknya selama kompetisi musim 2017/18. Satu permainan negatif yang sangat mencolok ialah pada partai puncak Liga Champions 2018. Dia berbuat 2 blunder berat yang berujung gagalnya Liverpool memenangkan trofi ke 6.

Konsistensi Alisson kompetisi musim ini jua menjadi salah satu alibi kenapa The Reds terdapat di jalur jawara musim ini. Sepanjang ini, dia telah bermain di 44 laga di seluruh turnamen dan mencatat 22 pertandingan tanpa kemasukan.

Untuk turnamen Premier League, anak didik Juergen Klopp sedang bertarung ketat dengan Manchester City di pucuk klasemen. Di sisi lain di Liga Champions, Liverpool berhasil melaju menuju semi-final dan bakal melawan Barcelona. Apabila senantiasa main stabil, bukanlah tak mungkin tim dari wilayah Merseyside itu bakal menyelesaikan kompetisi musim dengan 2 piala.

Joachim Loew Ngeri Saksikan Kualitas Virgil van Dijk

Menyongsong pertandingan melawan tim nasional Belanda, Joachim Loew, manajer tim nasional Jerman, amat mewaspadai keberadaan Virgil van Dijk. Walau bermain selaku palang pintu pada barisan defensif musuh, pemain bertahan tim nasional Belanda ini dianggap memiliki keistimewaan buat menyarangkan gol-gol vital.

Keistimewaan yang dimaksud Joachim Loew ialah ketangguhan di dalam duel udara. Di 2 pertandingan pada Nations League A, tahun kemarin, 2 kali gawang tim nasional Jerman kebobolan tandukan Virgil van Dijk.

“Dia ini fantastis di udara. Ia memiliki postur raksasa serta amat tangguh, ” tutur juru tak-tik berusia 59 tahun sebagaimana dilansir Football5Star. com dari situs web DFB.

Joachim Loew rasa ngeri sebab tim nasional Jerman tidak bisa membenahi kualitas defensif kala melawan set piece. Terbaru, tandukan Luka Jovic menyambut assist sepak pojok bersarang pada gawang Manuel Neuer ketika kesebelasan yang dijuluki Die Mannschaft ini menghadapi tim nasional Serbia.

“Belakangan ini, kami bermasalah kala meladeni set piece musuh. Ini tengah menjadi problem sebab Serbia menyarangkan goal melalui set-piece ketika menghadapi kami. Kami bakal sungguh-sungguh membuat transformasi guna membenahi hal tersebut, ” jelas Joachim Loew kembali.

Tak Ada Messi dan Ronaldo, Ini Top Skor Sementara di Liga Elit Eropa

Kesampingkan sejenak Lionel Messi serta Cristiano Ronaldo. Lis pencetak gol terbanyak pada liga-liga elit Eropa kampanye musim ini justru diisi bintang kejutan pada luar ke 2 superstar itu.

Messi serta Ronaldo menjalani start yang bisa dikatakan lamban tentang kegarangan bagi tim sendiri-sendiri pertama kampanye musim ini. La Pulga baru membuat enam goal guna Barcelona, sementara Ronaldo hanya empat goal pada tim Juventus.

Lis pencetak gol terbanyak yang biasa dipuncaki Messi pada Liga Spanyol guna sedangkan dikuasai striker Girona, Cristhian Stuani. Ujung tombak jangkung yang memiliki catatan tidak keren pada tim nasional Uruguay ini jadi bintang tersubur bersama delapan goal.

Adapun kegarangan Ronaldo pada Liga Italia tetaplah dibawah harapan serta nominal biaya transfer pemain pada selangit. Baru bikin empat goal di dalam delapan minggu pertama, CR7 tertutupi kilau Krzysztof Piatek, ujung tombak debutan Genoa yang tidak berhenti membobol gawang rival semenjak performa perdana!

Piatek mencetak sembilan goal di dalam tujuh performa berturut-turut, yang jadi catatan turnamen semenjak 1994-1995. Ronaldo malahan tengah menerima kekalahan garang melalui 3 bintang lainnya pada atasnya di lis pencetak gol terbanyak.

Pindah menuju Liga Inggris, 2 bintang tersubur musim kemarin, Mohamed Salah serta Harry Kane, tidak terlihat menjulang pada pucuk lis raja goal. Tempat ini sekarang ditempati sementara dengan Eden Hazard bersama tujuh goal bagi Chelsea.

Walau tak aneh menyusul Hazard memiliki kualitas di atas rata-rata, keberadaannya menjadi bintang tertajam pantas disorot.

Hal tersebut karena raihan tujuh goal punya Hazard sekarang telah melebihi separuh melalui catatannya selama musim kemarin (12).

Anomali ketiadaan striker pemain menjadi kapten lis top skorer pun merambah Liga Jerman kampanye musim itu.

Kamu tidak bakal mendapatkan Robert Lewandowski pada jajaran tertinggi sebab striker Bayern Muenchen ini anyar bikin tiga goal di dalam tujuh weekend pertama. Dengan cara luar biasa, Paco Alcacer memuncaki peringkat bersama raihan enam goal.

Hal itu di atas rata-rata sebab bintang dipinjamkan Borussia Dortmund melalui Barcelona ini meraihnya hanya via 3 pertandingan bersama 81 menit main!

1 pengecualian yang pas prediksi lazim kemungkinan berlangsung pada Liga Prancis.
Pamor bintang tersubur Ligue satu sampai weekend ke 9 jadi punya tandem striker supermahal Paris Saint-Germain, Neymar Jr. serta Kylian Mbappe.

Neymar serta Mbappe sama-sama mencetak delapan goal, sementara kawan keduanya, Edinson Cavani, anyar lima goal.